SELAMAT DAN SUKSES
.
 photo ass_zps71df1615.jpg
MUSYAWARAH WILAYAH IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH KE-18 DI MALANG
Photobucket Fida Afif menjadi Ketua Umum PP IPM periode 2012-2014 dalam musyawarah formatur terpilih Photobucket Formatur sendiri dipilih 9 nama formatur, dari 33 calon tetap formatur menjadi 9 nama formatur terpilih Photobucket 9 nama formatur terpilih itu sendiri adalah 1. Lesti Kaslati Siregar (PW IPM Sumut). 2. Ahmad Rosyidi (PW IPM Jawa Timur), 3. Ali Khamdi (PW IPM Jawa Tengah), 4. Daeng Muhammad Faisal (PW IPM Jawa Barat), 5. Fida Afif (PW IPM DIY), 6. Heriwawan (PW IPM Sulsel), 7. Ary Nurrohman (PP IPM), 8. Adi Saleh (PW IPM Nangroe Aceh Darussalam), dan 9. Fajar Febriansyah (PW IPM Sumsel) Photobucket PD IPM Tulungagung akan selenggarakan TFL (Training For Leadership) dalam waktu dekat Photobucket TFL (Training For Leadership) PD IPM Tulungagung akan diselenggarakan pada tanggal 29-30 Desember di Cabang IPM Besuki Photobucket Dalam Kegiatan TFL tersebut selain mengundang seluruh cabang IPM se-Tulungagung, PD IPM Tulungagung akan mengundang PD IPM tetangga Photobucket Setelah kegiatan tersebut, PD IPM Tulungagung berharap agar para peserta siap dan bisa menjadi tongkat estafet kepemimpinan IPM berikutnya yang memiliki semangat dan jiwa kepemimpinan yang amanah Photobucket

Rabu, 12 Desember 2012

Fida Afif Ketua Umum PP IPM Periode 2012-2014

1 komentar

Palembang – Muktamar IPM XVIII Palembang yang dilaksanakan sejak tanggal 25/11 hingga 28/11 ini telah menentukan ketua umum PP IPM periode 2012-2014 yakni Ipmawan Fida Afif dalam forum formatur. Formatur sendiri dipilih 9 nama formatur, dari 33 calon tetap formatur menjadi 9 nama formatur terpilih. 9 nama formatur terpilih itu sendiri adalah 1. Lesti Kaslati Siregar (PW IPM Sumut). 2. Ahmad Rosyidi (PW IPM Jawa Timur), 3. Ali Khamdi (PW IPM Jawa Tengah), 4. Daeng Muhammad Faisal (PW IPM Jawa Barat), 5. Fida Afif (PW IPM DIY), 6. Heriwawan (PW IPM Sulsel), 7. Ary Nurrohman (PP IPM), 8. Adi Saleh (PW IPM Nangroe Aceh Darussalam), dan 9. Fajar Febriansyah (PW IPM Sumsel).


Fida Afif terpilih menjadi Ketua Umum PP IPM dalam rapat formatur, yang kemudian selanjutnya akan membahas susunan pengurus PP IPM periode Muktamar XVIII atau Periode 2012-2014. Total Suara dalam muktamar kali ini ada 800-an suara. Prosesi pemilihan sendiri dilakukan pada Kamis (29/11) Pagi hingga siang, dan proses penghitungan suara dimulai sejak sore hari, hingga jumat (30/11) pagi.

Muktamar IPM ke XVIII secara resmi ditutup sejak Kamis Siang (29/11) pukul 14.00 dan ditutup oleh Ketua PP Muhammadiyah Drs. Dahlan Rais, M.Hum. Ditemani oleh Staff Khusus Menteri Kehutanan RI, Ali Taher Parasong. (dzar)


Sumber : www.ipm.or.id

IPM Harus Menjadi Pelopor Perkembangan Ilmu Di Kalangan Pelajar

0 komentar

Palembang – penutupan Muktamar IPM ke-18 di Palembang yang dilaksanakan kemarin (29/11/12) di Aula Dinning Hall Jakabaring Stadium Sport Center. Penutupan secara resmi dilakukan oleh pimpinan pusat muhammadiyah yang kali ini diwakili oleh Drs. H. A Dahlan Rais, M.Hum. “IPM yang sudah mendapatkan berbagai prestasi menunjukan bahwa IPM adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang paling berprestasi dibandingkan dengan organisasi otonom muhammadiyah yang lainnya.” Tutur Dahlan dalam pembukaannya.

Dalam pidato amanatnya terhadap IPM Dahlan menyampaikan lima hal penting yang harus benar-benar menjadi fokus IPM ke depan agar bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi. Yang pertama, Dahlan menyampaikan bahwa IPM harus bisa memperkokoh iman dan aqidah yang berperan sebagai pondasi diri. Iman yang dicerminkan dalam ketauhidan sebagai inti dari ajaran Islam yaitu sebagai ruh dalam diri setiap muslim. “Dengan tauhid dijadikan sebagai ruh dalam diri, maka setiap muslim akan punya orientasi hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat. Dan itu yang membedakan diri seorang muslim dan kafir” Tutur Dahlan.

Yang kedua, Dahlan berpesan kepada kader IPM untuk memperbagus akhlak, dan itu menjadi tantangan berat kehidupan umat islam saat ini. “Maka umat Islam harus pandai-pandai memilih mana yang baik dan buruk.” Lanjutnya. Dahlan juga menekankan bahwa hal tersebut bisa lebih kokoh dengan bekerjasama dalam sebuah komunitas, maka umat islam akan menjadi umat yang kuat bila bersatu.

Pesan Dahlan yang ketiga adalah pelajar yang berperan sebagai penentu nasib bangsa. Perubahan dunia itu tergantung pada perkembangan ilmu. Maka umat islam harus bisa menguasai ilmu pengetahuan agar tidak terbelakang. “IPM harus bisa menjadi pelopor pengembang ilmu pengetahuan di kalangan pelajar” ujar Dahlan. Pesan keempat yang disampaikan oleh Dahlan untuk IPM, segala hal yang telah dirumuskan di IPM harus juga bisa diaplikasikan dalam bentuk konkrit. Terakhir Dahlan menyampaikan bahwa semua kader IPM harus ber-IPM dengan ikhlas, sehingga bisa menjadi kenikmatan dan bisa menuai hasil yang baik. “Sesungguhnya manusia itu mati, kecuali manusia yang berilmu, sesungguhnya manusia yang berilmu itu bingung kecuali yang beramal, dan sesungguhnya manusia yang beramal itu sia-sia kecuali yang ikhlas.” Tutur Dahlan.

Terakhir, Dahlan menyampaikan selamat kepada IPM yang telah meraih banyak prestasi yang harus dijaga dan ditingkatkan. (Zahra) 


 Sumber : www.ipm.or.id

Pelajar Muhammadiyah Harus Kedepankan Akhlakul Karimah

0 komentar

Palembang - Belum lama ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menggelar Muktamar IPM ke XVII di Palembang. IPM merupakan organisasi otonom Muhammadiyah untuk para pelajarnya. Berdiri sejak 18 Juli 1961, di usianya yang sudah 51 tahun, IPM memiliki banyak prestasi. Tahun 2011 lalu, IPM terpilih sebagai Organisasi Kepemudaan (OKP) terbaik nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Selain itu, September 2012, IPM meraih penghargaan ASEAN Ten Association Youth Organization (ASEAN TAYO) yang merupakan penghargaan untuk organisasi terbaik se-Asian Tenggara untuk kedua kalinya, setelah mendapatkan penghargaan serupa tahun 2006. 

Wakil Ketua KPK RI, DR. Busyro Muqoddas, SH, M.Hum, saat menjadi keynote speaker mengatakan, pentingnya akhlakul karimah dalam kehidupan sosial dan politik kebangsaan di tengah lumpuhnya peran sosial dan politik elit pada saat ini. Dan semua itu harus diwujudkan dalam segala ranah aktivitas Ikatan Pelajar Muhammmadiyah.

“Keterpurukan atau kelumpuhan peran sosial politik. IPM harus tampil sebagai unsur kepekaan sosial masyarakat madani. Sudah diberikan contoh oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam konteks bangsa, sudah diberikan contoh oleh K.H. Ahmad Dahlan.”

Selain itu juga, Busyro menyoroti begitu pentingnya integritas dalam berbagai instansi pemerintahan dan lembaga Negara, terutama dalam proses rekruitmen calon pejabat atau pimpinannya. Integritas ini secara umum memiliki unsur kejujuran, keterpercayaan, kompetensi / pengalaman, kepemimpinan visioner, kemampuan perubahan, kepekaan pada kemanusiaan, kebenaran, dan keadilan, serta kesehajaan dan keteladanan.

Ia mengajak segenap kader IPM se-Indonesia agar melestarikan tradisi memberi. “Karena memberi lebih terhormat daripada menerima, dan itu terbukti dengan hampir di seluruh level pimpinan IPM tidak menerima gaji.” Ujar Alumni IPM ini.

Ia juga mengungkapkan apabila “Kader-kader IPM yang mampu mendapat kedudukan dimanapun di bangsa ini, semua itu harus dijalani berlandaskan simbol ketauhidan dan senantiasa memberikan pencerahan.”.

 Diakhir penyampaian. Ia mengajak agar IPM berperan serta dalam menghadirkan kader yang memiliki kesadaran liberasi, humanisasi, dan transendensi. Dikenal dengan kader profetik, membawa misi kenabian (misi pembebasan terhadap sistem yang menindas).”.

Sementara itu, Hillary C Dauer, Sekretaris Duta Besar Amerika Serikat dalam dialog interaktif bersama peserta Konferensi Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Palembang, mengatakan, pelajar di Amerika harus belajar banyak pada Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Ia memberikan apresiasi dan pujian kepada IPM yang sebagai organisasi pelajar, mampu masuk ke berbagai bidang seperti ekonomi, politik, kesejahteraan, dan bidang lainnya. Terlebih jika melihat jaringan IPM yang begitu luas dan mengakar di nasional. “Di AS, tentu ada organisasi-organisasi seperti IPM, tetapi kebanyakan hanya berada di sekolah masing-masing saja. Jaringannya belum seperti IPM yang menasional dan punya banyak agenda untuk mengkader anggotanya,” kata Hillary.

Ia senang bahwa banyak pelajar Indonesia yang bersekolah di Amerika, mereka yang mengikuti pertukaran pelajar atau mendapatkan beasiswa belajar disana, masih membawa karakter pelajar Indonesia. Hillary mengajak para pelajar Indonesia untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman melalui beberapa program yang telah disiapkan oleh Kedutaan Besar seperti Youth Exchange Student (YES) yang diadakan rutin setiap tahun.

Menurutnya juga, kini dari pihak penyelenggara sedang mengupayakan pemerataan sosialisasi tentang program-program pertukaran pelajar ke Amerika tersebut, tidak sekadar ke sekolah-sekolah negeri, juga termasuk di sekolah-sekolah Muhammadiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Pondok Pesantren untuk menyamakan akses bagi setiap pelajar di Indonesia.(dzar)

Sumber : www.ipm.or.id

Din Syamsuddin: Dinamika Abad Kedua Muhammadiyah Ditentukan oleh IPM

0 komentar

Palembang- Dinamika gerakan Muhammadiyah memasuki abad kedua saat ini, jelas sangat ditentukan angkatan muda Muhammadiyah termasuk IPM di dalamnya. Untuk itu pelajar Muhammadiyah diharapkan untuk selalu menjadi angkatan muda yang menjadi pelopor, pelangsung, penyempurna, dan sekaligus pengawal persyarikatan Muhammadiyah.
Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dihadapan belasan ribu undangan dan Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah seluruh Indonesia yang berkumpul di stadion Glora Bumi Sriwijaya di Kota Palembang dalam rangka Muktamar IPM ke XVIII, Senin (26/11/2012). Din Syamsuddin mengungkapkan, IPM telah membuktikan selama berkiprah selama 51 tahun, berbagai prestasi terus dihasilkan, mulai dari kreatifitas di sekolah yang diakui nasional maupun internasional, hingga menjadi organisasi kepemudaan terbaik di Indonesia dan juga salah satu terbaik di ASEAN melalui penghargaan ASEAN TAYO di Thailand 2012. Pada sisi lain Din Syamsuddin menyampaikan, bahwa generasi muda seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah pondasi bagi Negara, menurutnya, apabila pelajar kuat dan berkarakter, maka Negara juga akan kuat, sedangkan apabila pelajar rapuh, maka rusaklah sebuah Negara. Dalam pembukaan Muktamar IPM ke XVIII, turut dihadiri wakil Gubernur Sumsel, Menko Perekonomian RI, serta ribuan struktur Muhammadiyah di wilayah Sumatera Selatan.


Sumber: www.muhammadiyah.or.id

Visitor

 

PD IPM TULUNGAGUNG. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com